News

8 Januari 2018, Museum Gedung Sate Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Fri, 05 January 2018 07:30 WIB By Musgesat

Museum Gedung Sate tutup selama dua pekan yakni pada 8 hingga 22 Januari 2018.

Sejak pembukan Museum Gedung Sate untuk umum hingga hari ini Kamis 4 Januari 2018, pengelola museum mencatat 3.954 orang pengunjung dari berbagai kalangan telah menikmati sajian sejarah dan cerita mengenai Gedung Sate di museum ini. Sementara itu soal penutupan, ditujukan guna pemeliharaan peralatan teknologi digital yang ada di Museum Gedung Sate sekaligus evaluasi sisi pelayanan.

Kepala Bagian Publikasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Ade Sukalsah mengatakan penutupan Museum Gedung Sate ini adalah salah satu prosedur standar yang dilakukan. Hal ini dilakukan terutama untuk menjaga umur dan tingkat presisi alat–alat sensor media digital interaktif.

“Kami memohon warga Jawa Barat agar maklum khususnya yang telah berencana akan mengunjungi Museum Gedung Sate pada periode tanggal tersebut. Tentu penutupan dua minggu ini selain untuk maintenance, juga akan ada beberapa evaluasi yang dilakukan, agar dari segi pelayanan dapat semakin memuaskan khalayak,” tuturnya di Gedung Sate, Kamis 4 Januari 2018.

Untuk informasi lebih lanjut, kata Ade, warga Jawa Barat dapat menghubungi call center Museum Gedung Sate di nomor 022–426 7753 dan mengakses web reservasi resminya di museumgedungsate.jabarprov.go.id atau meluncur akun Instagram resminya @museumgedungsate . Pada waktu operasional normal, Museum Gedung Sate buka setiap Selasa hingga Minggu (Senin tutup), pukul 09.30–16.00 WIB.

Museum Gedung Sate diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Jumat 8 Desember 2017. Terletak di sayap timur basement Gedung Sate Kota Bandung, museum ini menyajikan tema sejarah, yang dikemas dalam sensasi teknologi digital dan interaktif.

Antara lain, Interactive Glass Display, Interactive 3D Scale Model of Gedung Sate, Hologram, Wall Video Mapping, Augmented Reality: membuat pengunjung seolah–olah terlibat pada pengerjaan Gedung Sate, Virtual Reality: dengan kacamata VR dapat membuat pengunjung seolah–olah menaiki balon udara mengelilingi area sekitar Gedung Sate.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati Architarium (TV 270 derajat), Interactive Floor Display, dan Interactive Picture Frame.

Source: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2018/01/04/8-januari-2018-museum-gedung-sate-ditutup-sementara-ini-alasannya-417240