Event

IMLEK (KOMUNITAS TIONGHOA DI BANDUNG BAHEULA)

Post Tue, 24 April 2018 08:46 WIB

     Kelas Literasi dengan tema “Imlek; Komunitas Tionghoa di Bandung Baheula” ini merupakan Kelas Literasi yang ke-129 diselenggarakan oleh Pustaka Preanger dan yang pertama dilaksanakan di lingkungan Museum Gedung Sate.
 
     Pemilihan tema ini disesuaikan dengan perayaan Imlek yang akan berlangsung keesokan harinya, 11 Februari 2018, dan kebetulan ada seorang kolega Komunitas Aleut yang mau menjadi narasumber, seorang penulis sejarah populer bernama Jong Junaedi. Kebetulan Pak Jong Junaedi sebelumnya pernah menulis buku yang diterbitkan secara terbatas, judulnya “Sejarah Kelenteng Hian Thian Kiong dan Tan Hay Hap” (2016). Hadir dalam kegiatan ini sebanyak 25 peserta yang mendaftar melalui akun instagram @KomunitasAleut.

     Jong Junaedi, lulusan Jurusan Telkom dari Fakultas Teknik Elektro, Universitas Kristen Maranatha, yang juga aktif di berbagai organisasi muda-mudi Buddhis dan Angkatan Muda Vihara Buddha Gaya, memaparkan banyak kisah tempo dulu kawasan Pecinan di Bandung dan perkembangannya sampai sekarang. Selain itu, banyak juga diceritakan tentang proses pencarian data untuk pembuatan buku Sejarah Kelenteng yang dikerjakannya seorang diri selama beberapa tahun.
 
     Seperti biasa, Kelas Literasi diakhiri dengan sesi tanya jawab dan sesi sharing antara para peserta diskusi. Rentang pertanyaan kebanyakan seputar situasi kawasan Pecinan, Pasar Baru, dan berbagai kebiasaan komunitas Tionghoa di Bandung tempo dulu. Melalui proses tanya jawab ini pula terkuak bahwa di Bandung dahulu cukup banyak nama tempat yang menggunakan nama-nama tokoh Tionghoa seperti Sim Tjong, Gwan An, Jap Loen, Karapitan, serta bahwa komunitas etnis ini pernah mempunyai peran cukup penting melalui kegiatan perdagangan dan sosial-budaya.