Event

MUSIK INDONESIA

Post Thu, 17 May 2018 05:43 WIB

     Tema “MUSIK INDONESIA” dipilih untuk Kelas Literasi kali ini sehubungan dengan peringatan Hari Musik Nasional yang jatuh pada dua hari sebelumnya, tanggal 9 Maret. Hari Musik Nasional ditetapkan oleh Presiden Bambang S. Yudhoyono pada tahun 2013 sebagai salah satu cara untuk meningkatkan apresiasi terhadap dunia musik di Indonesia. Tanggal yang dipilih tersebut merupakan penghargaan kepada pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, Wage Rudolf Supratman, yang dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 
 
     Kelas Literasi hari ini dihadiri oleh sekitar 30 orang yang sebelumnya sudah diminta untuk membawa contoh-contoh lagu dari sebelum masa Kemerdekaan RI. Contoh-contoh lagu ini diputarkan, didengarkan bersama, dan dijadikan bahan diskusi santai mengenai 

     Berbagai hal yang berhubungan dengan istilah “Musik Indonesia.” Beberapa contoh lagu yang diputarkan dalam kesempatan ini adalah “Ajoen-ajoen” (1921), “Halo Bandoeng” (1929), “Terang Boelan” (1938), dan beberapa lagu tradisional dari Pulau Jawa. Diskusi santai berlangsung santai dan cukup ramai terutama ketika bercerita latar belakang setiap lagu dan unsur-unsur keindonesiaan pada setiap lagu. 
 
     Karena sore itu hujan cukup besar dan peserta tidak dapat pulang, akhirnya waktu bertambah sampai menjelang pukul 17.00. Tetapi sayang, akibatnya seluruh peserta Kelas Literasi tidak dapat berfoto di depan pintu Museum Gedung Sate seperti yang biasa dilakukan sebelumnya.